Dinda Bukan Untukku

Gw bikin cerpen?? ah yang bener??? mank gw bisa mbikin cerpen?? ah kalo kurang yakin baca aja di bawah ini. maap kalo cerpen nya jelek dan sepi dari dialog, soalnya sayah masi newbi.

WARNING!!! ini bukan kisah gue. ini murni imajinasi gw. gw g lagi jatuh cinta koq suwer di kewer kewer deh :lol:

Seperti hari biasanya pagi ini aku membuka warnet ku. Yah aku seorang penjaga warnet ato bahasa kerennya operator. Pekerjaaan yang telah lama ku geluti hamper dua tahun. Walaupun ku akui pekerjaan ini sangat menyita waktu ku, namun aku tak dapat berbuat banyak. Aku tak punya keahlian lain. Dulu aku pernah bercita cita untuk melanjutkan kuliah ku setamat SMA namun karena alasan keuangan aku mengurungkan niat ku. Aku tak mau membenani orang tua ku, lagi pula adik adikku masih banyak. Maka kuputuskan saja selepas SMA aku melamar ke sebuah warnet di pinggiran kota ini.

Selama jadi operator warnet aku banyak melalui pengalaman yang aneh aneh. Mulai dari user yang kabur lah hingga aku harus nombokin uang itu, anak anak muda yang pacaran sampe berbuat yang g senonoh di dalam box, anak kecil yang kecanduan buka situs bokep, hingga cewe berjilbab yang ternyata maniak chatting sex. Kamu pasti bertanya kenapa aku bisa tahu semua itu. Aku bisa tahu semua itu karena di setiap Komputer itu terdapat jaringan untuk melihat aktifitas mereka

Hari ini seperti biasanya aku mulai beraktifitas di dunia maya. Chatting dengan teman teman seprofesi dan membuka forum yang menambah ilmu ku dalam dunia internet ini. Hari ini berbeda sekali ku rasakan. Pengunjung warnet berkurang dari biasanya. Mungkin karena hari libur ya? Namun ada satu pengunjung yang menarik hatiku.

Perempuan itu nampak anggung dengan jilbab biru muda yang memancarkan keteduhan. Perempuan itu berbeda dengan perempuan berjilbab lainnya. Jilbabnya menutupi dadanya tak seperti perempuan yang berjilbab sambil di lilitkan di leher. Sungguh di cantik sekali. Ku rasa aku suka padanya, namun apakah pantas aku suka padanya? Wong shalat aja masi bolong bolong.

Hingga penasaran ku memuncak. Ku putuskan saja untuk me-remote komputernya. Ha…haa..haa akhirnya aku dapat juga id Messengernya. Segera ku add dalam friend list ku. Dan mulailah ku mencoba untuk chatting dengannya. Dia bertanya darimana aku dapat id messengernya. Dengan tenang ku jawab saja g tau udah ada di friendlist.

Tertanya perempuan itu bernama Dinda, Adinda Adzkia. Sungguh nama yang indah, seindah dirinya. Ah andai saja dia pacarku, tak kusia siakan dia. Kurang lebih sejam kita chatting. Akhirnya chatting itu harus di akhiri karena dinda ada acara dengan teman temannya. Kemudian dia berjalan ke meja server ku, aku pura pura tak kenal dia. He he he.

Minggu berikutnya kita chatting lagi. Dan aku mulai untuk jujur padanya bahwa aku adalah operator tempat dia ngenet. Namun reaksinya tak sama seperti gadis gadis yang maen di warnetku dan ku kerjai. Biasanya gadis gadis yang ku kerjai itu langsung tak membalas pm-an ku. Namun dinda malah tak seperti itu. Dia tetap mau chatting dengan ku. Ah dia tambah membuatku mabuk. Ku rasakan di dadaku ada getaran aneh saat dia membayar internetnya dan mengenalkan dirinya. Sejak saar itu aku dan dia menjadi teman. Ya teman!

Kini ku mulai kembali belajar untuk shalat dengan benar. Sejak berteman dengan dinda aku banyak di pinjaminya buku buku islam. Kadang aku menangis, aku tak bisa membayangkan orang tua ku yang sedih melihat anak nya yang dulu dia banggakan jauh dari tuhan. Kini aku tak mau lagi seperti itu aku harus jadi lebih baik dari hari kemarin. Dan dinda, ah kurasa aku jatuh cinta pada nya

Kau yang sembunyi di balik hijab

Tampakkanlah wajahmu

Agar ku bisa melihat teduh wajahmu

Kau membuat ku tergila gila

Namun tak melupakanNya

Aku ingin menyanding mu

Memberi mu bahagia

Oh dinda, aku jatuh cinta pada mu

Tak biasanya dinda menghilang. Sudah sebulan ini dia tidak pernah mengunjungi warnet ku. Aku rindu padanya, rindu karena kecantikan hatinya. Ah dinda dimanakah engkau? Tak tahukah kau perasaan ku ini?

Seminggu kemudian

Dinda dating ke warnet ku, tapi kali ini dia tak sendiri. Dia bersama laki laki, mungkin pacarnya. Namun tak seperti biasanya dinda tak maen di warnet ku. Dia menyerahkan undangan itu. “Datang yah akhi, dinda tunggu” ucapknya lembut di sambut senyuman sumringah calon suaminya. Ternyata dinda akan menikah, hatiku hancur. Aku tak dapat berkata kata selain tersenyum melihat dia jalan beriringan dengan calon suaminya. Ah dinda bukan untukku.

Kadang cinta memang tak harus memiliki. inspired by kehidupan sehari² kecuali di tinggal nikah :lol:

13 Tanggapan ke “Dinda Bukan Untukku”


  1. 1 Muda Bentara September 7, 2008 pukul 12:18 pm

    Wahhh fan …. tampaknya anak-anak sumatera lagi kena virus cinta nih semuanya ……

    btw , bagus banget ya ceritanya ..

    hahahaha makasi bro.. saya newbie koq :D

  2. 2 bayusaja September 7, 2008 pukul 1:00 pm

    cintaa…
    awak ampia muntah dek cinta lai fanz..

    hiahihea..

    komunitas blog ?
    Hmm.. gue ikut donk

    hahaha saya tidak jatuh cinta koq :p

  3. 3 Ihsan September 7, 2008 pukul 2:26 pm

    Wow….. Nah,, itu gara2 sniffer id orang…
    But.. Nice story Gan…

    Gan?? wah biasa maen forum yah bos? maen di forum mana?

  4. 4 arda86 September 7, 2008 pukul 2:27 pm

    jiakakakaka………
    ditinggal nikah….:mrgreen:
    ngenes bener kehidupan sehari2nya :mrgreen:
    *kabuuuuurrrrr…….*

    hahahaha ini fiktif koq :p

  5. 5 hanggadamai September 7, 2008 pukul 3:06 pm

    wah lagi kasmaran

    enggak koq :p

  6. 6 Farid Yuniar September 7, 2008 pukul 4:45 pm

    wah, roman picisan khas anak muda….luar biasa……

    ah ini bukan picisan koq :P

  7. 7 sawali tuhusetya September 7, 2008 pukul 4:46 pm

    cinta memang ndak pernah habis melahirkan banyak cerita dan narasi, mas fanz. ceritanya mantab juga tuh, salut!

    makasi pak :D

  8. 8 nenyok September 7, 2008 pukul 4:48 pm

    Salam
    Duh lagi kena VMJ ya virus merah jambu getoch :D

    enggaaaaaaakk saya g jatuh cinta koq huh :cry: heueheuheu

  9. 9 kindy September 7, 2008 pukul 5:01 pm

    wahahahah…..

    tenang masih undangan, blm sampe kawin,

    sbelum kata ijab sah d ucapkan dia ttp milik umum :mrgreen:

    iyahh tapi itu bukan sayahh :cry:

  10. 10 Wisnhu_Ajie September 8, 2008 pukul 5:03 pm

    Maaf ya dinda dan sayah harus menikah… padahal boong kekeke

    saya udah ikhlas koq :cry:

  11. 11 1nd1r4 September 10, 2008 pukul 9:46 am

    Kalaupun Fanz jatuh cinta gpp kok :-) wah lagi trend ya bikin cerpen…keep up the good work bro!

  12. 12 syifaaulia September 10, 2008 pukul 5:56 pm

    pengalaman pribadi ni mah, ngaku hayo ngaku *nodong piso*

  13. 13 yieni f.Ma'ruf Februari 8, 2009 pukul 10:52 am

    Wah…jadi mo nangis ihiks 1000x coz ana dulu pernah ngalemin kayak gitu,deuh perih hati masa lalu berulang kembali.Tapi don’t worry dink,Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.


Tinggalkan Balasan




Tanggal Berapa Yak??

September 2008
S S R K J S M
« Agu    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsipp

Yang Lagi Ngintip(s)

web tracker

Yang Tersesat Kesini

  • 21,672 Makhluk

Banners

Jam Gadang Blogger COmmunity Padangchat[dot]org